Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Salah Pengelolaan Tanah Jadi Ancaman Kegagalan Target Swasembada Pangan di Kutai Timur  

Salah Pengelolaan Tanah Jadi Ancaman Kegagalan Target Swasembada Pangan di Kutai Timur  

(651 Views) April 10, 2015 3:47 am | Published by | No comment

Sangatta. Target swasembada pangan khususnya beras, jagung dan kedelai dalam tiga tahun kedepan akan terus diupayakan pemerintah Kutai Timur, merangkul semua elemen masyarakat tani dan TNI-AD. Target 5,5 ton hingga 6 ton beras per hektar serta harus mampu dua kali panen dalam setahun, harus diwujudkan sesuai target pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.  Selain padi, pemerintah Kutim juga mengupayakan pengembangan potensi jagung dengan target 462 hektar serta kedelai sebanyak 600 hektar. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kutai Timur, Syarifuddin Ginting.

“kita targetnya 5,5 ton hingga 6 ton beras perhektar sawah dan harus dua kali panen dalam setahun. Ditambah lagi target  462 hektar jagung dan 600 hektar kedelai. Jika terpenuhi dipastikan kita akan swasembada pangan tiga tahun kedepan”, ujarnya.

Namun diakui Ginting, kerja keras ini memang banyak menghadapi kendala di lapangan, terutama permasalahan kualitas tanah. Berbeda dengan kondisi tanah yang ada di pulau Jawa, yang memiliki tingkat keasaman tanah rendah atau bahkan bersifat basa. Spesifikasi tanah Kalimantan memiliki sifat keasaman yang cukup tinggi, sehingga memasukkan klasifikasi tanah Kalimantan khususnya Kaltim kedalam golongan tanah kelas 3 dan 4 dengan tingkat keasaman tanah yang cukup tinggi.

“tanah kita ini asam dengan kadar pH tanah dibawah 5.  Kelas tanahnya saja 3 hingga 4. Ini perlu perlakuan ekstra terutama dalam hal pemupukan. Selain itu, perlunya penambahan unsur kapur (Ca) untuk menurunkan keasaman tanah dan meningkatkan kebasaan tanah. Serta menambah unsur hara makro dan mikro di dalam tanah”, jelasnya.

Lebih jauh Ginting menambahkan, saat ini masih ada 12.000 hektar lahan pertanian khususnya sawah yang masih bisa ditingkatkan potensinya. Dengan pengolahan tanah yang tepat tentunya sangat berpengaruh terhadap produksi beras, jagung dan kedelai. Hal ini dikarenakan, dengan rendahnya kesuburan tanah tentunya sangat mempengaruhi jumlah produksi tanaman. Selain itu juga menyebabkan semakin tingginya biaya produksi yang dikeluarkan oleh petani.  Dan yang lebih terpenting, bagaimana menyiasati kendala yang ada, sehingga target swasembada pangan di Kutai Timur dapat terwujud.

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments