Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Sangatta Masih Rawan Banjir Tahun Depan DPU KutimTetap Lanjutkan Program Pengendalian Banjir

Sangatta Masih Rawan Banjir Tahun Depan DPU KutimTetap Lanjutkan Program Pengendalian Banjir

(582 Views) Desember 20, 2015 2:04 pm | Published by | No comment

Sangatta. Walaupun saat ini Pemerintah Kutim akan segera menyelesaikan pengerjaan saluran drainase primer sebagai salah satu upaya dalam upaya pengendalian banjir di Kota Sangatta, namun ternyata permasalahan banjir ini akan tetap menghantui warga Sangatta terutama di daerah-daerah yang memang hingga saat ini masih masuk dalam kawasan waspada banjir.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kutai Timur Aswandini Eka Tirta didampingi Kepala Bidang Sumber Daya Air Abdul Muhir, mengatakan bahwa melalui program pengendalian banjir, Pemerintah Kutai Timur berupaya mengatasi permasalahan banjir yang hingga kini masih kerap terjadi di Kota Sangatta, terutama pasca kemarau panjang tahun ini. Beberapa saluran drainase primer yang pengerjaannya akan segera selesai akhir tahun ini dan diharapkan mampu mengatasi permasalahan banjir. Diantaranya, drainase jalan Pendidikan, Margo Santoso dan Wonorejo, yang sudah dikerjakan sejak 2014 lalu melalui proyek tahun jamak yang diperkirakan menghabiskan anggaran hingga Rp 12 miliar. Selain itu, Dinas PU juga melakukan pembenahan terhadap saluran drainase di kanal-kanal hingga ke muara.

Sementara terkait beberapa daerah di Sangatta yang masih masuk dalam zona rawan banjir, Muhir menambahkan hingga kini kawasan Munthe, Simpang 4 Telkom, Kristian Center, Dayung dan Teluk Lingga masih masuk dalam kawasan waspada banjir. Terutama jika curah hujan cukup tinggi dengan waktu curah yang cukup lama. Kawasan tersebut dipastikan akan langung tergenang. Belum lagi ditambah peninggian ruas jalan di sepanjang jalan Yos Sudarso, yang otomatis membuat sebagian rumah-rumah warga menjadi tenggelam karena lebih rendah dari jalan utama.

Dikatakan Muhir, terhambatnya relokasi warga yang mendirikan kios-kios di area Simpang Jalan Munthe hingga simpang 4 Telkom menjadi salah satu kendala dalam upaya penanganan banjir di kawasan tersebut. Pasalnya, di atas bawah kios-kios yang kini dibangun warga tersebut sebenarnya adalah sungai alami yang kini sudah terlanjut ditimbun warga. Jika ingin melakukan normalisasi sungai alam tersebut maka Dinas PU harus membongkar kios-kios warga yang sudah ada. Belum lagi masalah sengketa lahan di kawasan tersebut. Dinas PU sendiri kini sudah membuatkan saluran drainase untuk pembuangan air menuju danau yang ada di belakang SD YPPSB2 Munthe. Namun karena drainase berukuran kecil maka tidak mampu menampung air kapasitas air yang lewat sehingga tetap luber ke rumah-rumah warga sekitar.

Ditambahkan Muhir , program pengendalian banjir ini rencana tetap akan dilanjutan pada tahun depan. Usulan telah diajukan dan tinggal menunggu persetujuan dan berapa alokasi dana yang tersedia. Sementara masterplan program pengendalian banjir saat ini masih mengikut program yang dimiliki Bappeda Kutai Timur. Beberapa program yang diajukan tahun depan diantaranya pembuatan folder air baru, pintu air dan pompanisasi.

(voice)

Print Friendly, PDF & Email
0 0 votes
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments