Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Sektor Perkebunan Menggeliat, Lahan Kelas 1 di Kutim Hampir Habis

Sektor Perkebunan Menggeliat, Lahan Kelas 1 di Kutim Hampir Habis

(477 Views) Januari 11, 2016 9:10 am | Published by | No comment

Sangatta. Sebagai daerah berkembang yang mengunggulkan Sawit dan Karet sebagai komoditi budidaya perkebunan, Kabupaten Kutai Timur tetap berupaya untuk tidak mengesampingkan pembangunan sektor pertanian. Hal ini  mengingat dengan pesatnya sektor perkebunan, dikhawatirkan terjadi pergeseran dan perubahan alih fungsi lahan pangan dan pertanian menjadi lahan perkebunan. Demikian diungkapkan Assisten Ekonomi dan Pembangunan Kutai Timur Rupiansyah.

Dikatakan, dengan pesatnya sektor perkebunan di Kutai Timur tidak bisa menutup mata bahwa terjadi pergeseran dan perubahan alih fungsi lahan yang sebelumnya adalah lahan pertanian menjadi lahan perkebunan. Hal ini diakibatkan tingginya minat pasar akan hasil komoditi perkebunan seperti sawit dan karet serta pendapatan yang dihasilkan dari usaha tersebut yang cukup menjanjikan.

Lanjutnya, namun demikian hendaknya pemerintah dan masyarakat kini perlu memberi perhatian lebih terhadap kondiso ini. Pasalnya lahan-lahan kelas 1 di Kutim yang seharusnya menjadi lahan pertanian dan pangan kini sudah hampir habis. Hal ini diakibatkan peralihan pola hidup dan usaha masyarakat dari yang sebelumnya petani menjadi pekebun sawit dan karet. Ini tentu sangat mengkhawatirkan. Terlebih lahan-lahan kelas satu ini kebanyakan merupakan lahan transmigrasi yang seharusnya menjadi lahan pertanian namun kini berubah menjadi lahan perkebunan.

(voice)

Lebih jauh dikatakan Rupiansyah, pemerintah perlu mengambil langkah-langkah kongkrit agar lahan-lahan pertanian ini tidak habis. Apalagi adanya target swasembada beras yang diprogramkan pemerintah pada tahun ini. Jangan sampai akibat perubahan fungsi lahan ini, terget tersebut tidak bisa terwujud.

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments