Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Sudah Ada Kejelasan SK Menteri Mengenai Pelepasan kawasan (enclave) TNK

Sudah Ada Kejelasan SK Menteri Mengenai Pelepasan kawasan (enclave) TNK

(773 Views) Februari 11, 2015 6:48 pm | Published by | 9 Comments
Camat Sangatta Selatan IsnainiTrikorawati

Camat Sangatta Selatan Isnaini Trikorawati

Sangatta – Terkait dengan Surat Keputusan (SK) dari Mentri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Kabinet Kerja Siti Nurbaya, dikatakan camat Sangatta Selatan Isnaini Trikorawati bahwa sudah ada kejelasan mengenai pelepasan kawasan (enclave) Taman Nasional Kutai (TNK) sekitar 7.800 hektare (ha).

Namun di lapangan masih ada benturan antara Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Timur dengan Pemerintah Pusat yang meminta agar kawasan (enclave) bisa dilepaskan sekitar 17.400 ha, sesuai rekomendasi tim terpadu revisi tata ruang Provinsi Kalimantan Timur. Menurut Isnaini Trikorawati selaku Camat Sangatta Selatan bahwa kebijakan tersebut sudah cukup baik dengan adanya pelepasan kawasan (enclave) Taman Nasional Kutai (TNK) sekitar 7.800 hektar (ha).

Camat Sangatta Selatan berharap ditahun 2015 ini, pembangunan di Sangatta Selatan dapat berjalan, khusus pembangunan infrastruktur sarana dan prasarana agar apat dilaksanakan. Karena kalau dilihat dilapangan infrastruktur-infrastruktur yang ada di Sangatta Selatan sudah tidak memadai lagi sebagai sebuah pemukiman penduduk. Apalagi nanti ada konotasi bahwa di Sangatta Selatan akan ada kelurahan dan kelurahan itu konotasinya adalah kota. Pihaknya berharap demikian, karena di dasari dengan ada Undang-Undang nomor 6 tahun 2014 bahwa rona desa itu tidak akaan kelihatan lagi, untuk suatu kelurahan. Sedang nanti fasilitas, sarana dan prasana sudah menunjuk wajah ke kotaan.

Isnaini juga mengungkapkan jika nanti Desa sudah menjadi kelurahan, tentu saja tidak akan ada lagi Anggaran Dana Desa (ADD), tetapi akan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) anggaran yang digunakan untuk pembangunan, serta akan lebih bersifat kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Dia berharap dengan adanya pembebasan kawasan (enclave) sekitar 7.800 hektar (ha) ini, akan ada konektifitas atau sinergi sehingga Sangatta Selatan bisa melaksanakan pembangunan diwilayahnya, dan masyarakat dapat merasakan pembangunan. Karena sejak tahun 2011 Sangatta Selatan tidak dapat melakukan pembangunan infrastruk sarana dan prasarana, berhubungan dengan Sangatta Selatan masih termasuk kawasan konservasi.(desi)

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

9 Comments
Most Voted
Newest Oldest
Inline Feedbacks
View all comments