Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Susun RUPMD, Pemerintah Kutim Siapkan Potensi Strategis dalam Penanaman Modal Daerah

Susun RUPMD, Pemerintah Kutim Siapkan Potensi Strategis dalam Penanaman Modal Daerah

(889 Views) Desember 13, 2015 11:05 am | Published by | 2 Comments

Sangatta. Sebagai wilayah yang sedang berkembang dan memiliki potensi sumber daya alam (SDA) yang cukup besar, sudah pasti Kabupaten Kutai Timur (Kutim) akan menjadi incaran para pelaku bisnis untuk berinvestasi dan menanamkan modalnya di daerah ini. Bahkan kini, Pemerintah Pusat sudah memasukkan Kutai Timur dalam salah satu proyeksi pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy, Batota dan Trans Kalimantan (MBTK). Sehingga tidak salah jika Pemerintah Kutai Timur saat ini perlu menyiapkan dan menginventarisir potensi-potensi strategis apa saja yang dimiliki Kutim saat ini dan ke depan mampu menjadi unggulan dan dapat dikembangkan.

Pemerintah Kutim melalui Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Penanaman Modal Daerah (BPTSPPMD) Kutai Timur, saat ini tengah menyusun dokumen Rencana Umum Penanaman Modal Daerah (RUPMD), dengan proyeksi pengembangan hingga tahun 2025. Melalui RUPMD yang terintegrasi dengan dokumen perencanaan pembangunan daerah ini, diharapkan kegiatan penanaman modal di daerah bisa memberi arah yang jelas dan sisi waktu serta sektor atau bidang yang sesuai dengan apa yang menjadi program dan kebijakan pemerintah daerah. Sehingga kondisi ini akan menjamin bahwa kegiatan penanaman modal dapat dilaksanakan secara efisien dan efektif serta memberikan nilai tambah yang besar terhadap daerah, ujar Kepala BPTSPPMD Kutai Timur Darmawansyah didampingi Kepala Bidang Pengembangan Saiful Ahmad, dalam acara pemaparan akhir penyusunan RUPMD Kutai Timur, di ruang Tempudau Kantor Bupati Kutai Timur, Selasa (8/12), belum lama ini. Acara ini juga dihadiri Assisten Administrasi Umum Kutai Timur Edward Azran, Staf Ahli Bupati, Kepala SKPD di lingkup pemerintahan Kutai Timur dan Tim Fakultas Ekonomi Unmul Samarinda, sebagai tenaga konsultas.

Dikatakan, menggandengan Fakultas Ekonomi Universitas Mulawarman (UNMUL) Samarinda, penyusunan Rencana Umum Penanaman Modal Daerah (RUPMD) Kutai Timur ini sudah sesuai dengan panduan peraturan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI Nomor 9 Tahun 2012, tentang pedoman penyusunan RUPM Provinsi dan Kabupaten/Kota. Selain itu, juga mengarah pada kebijakan penanaman modal nasional yakni, menciptakan perbaikan iklim penanaman modal dengan penyebaran yang jelas. Memberikan fokus pada pengembangan pangan, infrastruktur dan energi serta berwawasan lingkungan (Green Investment). Membuka dan memberikan peluang pada pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil Menengah dan Koperasi (UMKMK). Memberikan fasilitas, kemudahan dan insentif penanaman modal, serta mengarah pada promosi penanaman modal.

Ditambahkan Saiful, saat ini ada beberapa arah kebijakan yang dilakukan untuk mendorong persebaran penanaman modal. Diantaranya, fokus pada pengembangan pangan, infrastruktur dan energi. Pada upaya pengembangan pangan, Pemerintah Kutim mencoba menginventarisir beberapa potensi tamanan pangan berskala besar (Food and rice estate) pada daerah-daerah yang memiliki lahan masih cukup luas namun tetap memperhatikan peran petani kecil. Potensi pangan yang saat ini mampu dikembangkan di Kutai Timur adalah padi sawah dan ladang, pisang kepok asli Kutim, singkong gajah, kelapa, kakao, lada.,aren genjah dan sawit yang hingg kini masih menjadi komoditi unggulan. Sedangkan untuk sektor non pangan atau perkebunan komoditi karet masih menjadi pilihan utama. Sementara pengembangan potensi peternakan dan perikanan juga menjadi sorotan penting. Seperti pengembangan sapi, kambing, babi, ayam buras. Sedangkan potensi budidaya perikanan seperti ikan tangkap, ikan budidaya, rumput laut, udang. Bahkan walet yang saat ini sitem budidayanya bukan lagi alam melainkan walet rumahan, juga tidak lepas dari potensi pengembangan yang ada.

Untuk upaya pengembangan infrastruktur dan energi yang disusun dalam RUPMD, BPTSPPMD Kutai Timur mencoba fokus pada upaya mengembangkan potensi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy, Batota dan Trans Kalimantan (MBTK) yang akan menjadi pusat industri terbesar di Kutai Timur. Selain itu, Pemerintah Kutim juga berupaya mengembangkan beberapa potensi infrastuktur milik Pemerintah Kutim sendiri seperti Pelabuhan Kenyamukan, Pusat Pergudangan Kenyamukan, Bandara Sangkimah, Bandara Uyang Lahai Kecamatan Kongbeng, Galangan Kapal serta Rel Kereta Api Wahau – Lubuk Tutung dan KEK MBTK – KEK Kariangau. Sementara untuk potensi energi, Pemerintah Kutim mencoba melakukan pengembangan pada potensi energi diantaranya Pembangkit Listrik Mulut Tambang di KEK MBTK, Depo BBM KEK MBTK, Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir, Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa dan Biogas dari limbah sawit, serta Pembangkit Listrik Tenaga Gas Batubara (PLTGB) Kabo.

Sementara itu, Assisten Administrasi Umum Kutai Timur Edward Azran yang mewakili Bupati Kutai Timur, mengatakan draf Rencana Umum Penanaman Modal Daerah (RUPMD) Kutai Timur ini akan menjadi pedoman Pemerintah Kutai Timur dalam menetapkan dasar regulasi dan yang jelas pada penanaman modal daerah. Pemerintah Kutim akan mampu menyiapkan pasar dan harus pintar memilih komoditi yang memiliki turunan besar dan kuat. Selain itu, BPTSPPMD sebagai perpanjangan tangan Pemerintah Kutim wajib menjunjung transparansi, akuntabel, tidak berbelit-belit dan memberikan kemudahan dalam proses dan prosedur penanaman modal, sebagai pemancing investor terutama dari luar. Sementara dari kacamata pengusaha, RUPMD ini akan menjadi patokan potensi apa yang mampu dikembangkan dan bernilai investasi jangka panjang dalam dunia usaha khususnya di Kutai Timur. Tentunya tetap memperhatikan dan tidak melupakan keterlibatan para pengusaha mikro, kecil menengah dan koperasi, sebagai upaya pemberdayaan dan pengembangan ekonomi kerakyatan.

Print Friendly, PDF & Email
0 0 votes
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

2 Comments
Most Voted
Newest Oldest
Inline Feedbacks
View all comments