Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Tahun ini, 300 Unit Koperasi di Kutim Mati

Tahun ini, 300 Unit Koperasi di Kutim Mati

(586 Views) September 7, 2015 11:21 am | Published by | No comment

Sangatta. Koperasi sebagai salah satu wadah pemerintah untuk mensejahterakan rakyat ternyata tidak menjadi jaminan. Adanya kepentingan dari segelintir oknum untuk mengambil keuntungan sesaat dengan mengatas namakan koperasi, sehingga menyebabkan ribuan koperasi tumbuh namun akhirnya langsung mati karena tak terurus dan ditinggalkan. Hal ini diungkapkan kepala Dinas Koperasi, UKM dan Ekonomi Kreatif (Diskop, UKM dan Ekraf) Kutim M Husaini.

Dikatakan dari data yang ada hingga Desember 2014 silam, tercatat ada lebih dari 1000 unit koperasi tumbuh di Kutai Timur. Namun ternyata, 30 persennya kini dalam keadaan mati dan tidak beraktifitas lagi. Hal ini terjadi karena koperasi dijadika alat untuk mengambil keuntungan sesaat dari segelintir oknum masyarakat, sehingga mengorbankan masyarakat lainnya yang menjadi anggota koperasi tersebut.

Lanjut Husaini, pihaknya saat ini tengah melakukan pendataan ulang terhadap 30 persen koperasi-koperasi yang kini mati tersebut, apakan benar-benar mati atau hanyha tidak memiliki aktifitas. Sehingga jika masih mampu dilakukan upaya penyehatan maka akan dilakukan pembinaan dan pendampingan. Sedangkan terhadap koperasi yang sudah benar-benar mati maka tentunya akan dicoret dari daftar yang ada.

(voice)

Lebih jauh dikatakan, saat ini koperasi perkebunan merupakan koperasi yang menonjol baik itu dalam hal perputaran omsez serta kesejahteraan dan jumlah anggotanya. Dirinya pun mengingatkan kepada masyarakat, hendaknya benar-benar serius jika memang ingin membentuk sebuah koperasi. Pintar dalam mengambil peluang usaha serta secara terus menerus berupaya agar koperasi yang ada tetap dijaga keberadaannya.

Print Friendly, PDF & Email
0 0 votes
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments