Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Tidak Lolos Ujian Masuk SMP, Orang Tua Curiga Ada Kecurangan

Tidak Lolos Ujian Masuk SMP, Orang Tua Curiga Ada Kecurangan

(5231 Views) Juni 20, 2017 11:20 am | Published by | 334 Comments

 

Spanduk Penerimaan Siswa Baru SMPN 1 Sangatta Utara

Sangatta – Ibunda ADF, gundah gulana. Pasalnya, anaknya yang merupakan siswa berprestasi di SD, dinyatakan tidak lolos mengikuti ujian masuk SMPN 1 Sangatta Utara. Nilai hasil tes ADF hanya 67,63 yang menyebabkan impian sang anak untuk bersekolah di sekolah yang banyak difavoritkan lulusan SD tersebut, kandas.

Menurut Ibunda, mulai dari kelas 1 sampai kelas 6 SD, ADF selalu mendapatkan rangking, kalo tidak rangking 1 pasti rangking 2 atau 3. ADF juga mendapatkan berbagai piagam dan medali karena prestasinya, bahkan hasil ujian kelulusan SD ADF berada di urutan ke 7 dari 102 murid SD tempatnya menimba ilmu.

Bukan hanya gundah, Ibunda ADF juga merasakan berbagai keganjilan dalam proses seleksi penerimaan murid baru di SMPN 1 Sangatta Utara tersebut, misalnya teman ADF yang notabene prestasinya lebih rendah, justru lolos seleksi. Dirinya juga mengaku sempat disarankan oleh seseorang untuk mencari “pegangan” sebelum mengikuti tes, tapi karena dirinya tidak yakin adanya sistem “pegangan” sehingga dia tidak menghiraukan saran tersebut.

Namun, kekhawatiran Ibunda ADF terbukti, ketika hasil seleksi diumumkan, anaknya dinyatakan tidak lolos. Dia kemudian menanyakan ke pihak SMPN 1, tapi kemudian diarahkan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Timur. Rupanya dia tidak sendiri, disana dia bertemu dengan beberapa orang tua yang bernasib sama. Beberapa orang yang ditemui di Dinas Pendidikan menyayangkan kenapa tidak mencari “pegangan” sebelum mengikuti seleksi, hal ini semakin menambah kecurigaannya bahwa sistem “Pegangan” memang ada dan berlaku dalam seleksi masuk SMP yang ada di Sangatta Utara.

Kini, Ia kebingungan mau menyekolahkan anaknya, karena sistem seleksi penerimaan dilaksanakan serentak oleh Lima SMP Negeri yang ada di Sangatta Utara, sehingga ketika tertolak di SMPN 1, SMP yang lain juga menolak dengan alasan telah penuh, hanya SMPN 4 Kabo yang kemungkinan masih menerima pendaftaran gelombang kedua, namun karena jaraknya yang jauh dari tempat tinggalnya, sehingga dirasa sangat memberatkan untuk menyekolahkan anaknya disana.

Voice : Ibunda ADF

Sampai berita ini dipublikasikan, kru RPD Kutim masih berusaha menemui pihak SMPN 1 Sangatta Utara untuk diminta konfirmasi terkait kejadian ini, tapi karena masih hari libur sekolah sehingga Kepala Sekolah belum bisa dimintai keterangan, seorang pegawai yang berada di sekolah juga tidak berani memberikan pernyataan.

 

 

 

 

 

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

334 Comments
Most Voted
Newest Oldest
Inline Feedbacks
View all comments