Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » UMSK Perkebunan Kutim 2016 Masih Terkatung-katung

UMSK Perkebunan Kutim 2016 Masih Terkatung-katung

(368 Views) Januari 26, 2016 2:41 am | Published by | No comment

Sangatta. Hingga memasuki minggu keempat di bulan Januari 2016, dewan pengupahan sektor perkebunan Kutai Timur yang terdiri Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Perkebunan Kutim, Serikat Pekerja Perkebunan Kutim dan Dinas Tenaga Kerja Kutim, belum menyepakati besaran upah minimum sektoral kabupaten (UMSK) Sektor Perkebunan. Langkah ini sedikit mundur jika dibandingkan dengan telah disetujuinya UMSK Sektor Pertambangan Batubara Tahun 2016 Kutai Timur oleh Gubernur Kaltim pada 28 Desember 2015 lalu, sebesar Rp 2.381.000.

Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kutai Timur Abdullah Fauzie, keterlambatan penetapan UMSK sektor Perkebunan memang hingga saat ini belum ada pembahasan dari dewan pengupahan khususnya di sektor perkebunan. Padahal biasanya, penetapan UMK, UMSK sektor Pertambangan dan UMSK sektor Perkebunan selalu beriringan. Namun diperkirakan sebelum akhir bulan ini sudah ada usulan penetapan UMSK sektor perkebuan Kutai Timur untuk tahun 2016.

Lanjut Fauzie, jika hingga akhir bulan ini belum ada pemetapan UMSK sektor perkebunan, maka biasanya para pengusaha perkebunan menetapkan upah bagi karyawannya tidak terlalu jauh dari UMK Kutim sebesar Rp 2.276.000, yang menjadi patokan dasar sebagai standar pengupahan.

(voice)

Sementara itu, dari data Disnakertrans Kutai Timur, tercatat ada sebanyak 117 perusahaan perkebunan yang ada dan beroperasi di Kutai Timur dengan jumlah total karyawan yang bekerja sebanyak 74.121 orang karyawan, baik pekerja lokal maupun tenaga asing.

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments