Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » UPAYA BPBD DALAM MENINGAKATKAN KAPASITAS MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI BENCANA

UPAYA BPBD DALAM MENINGAKATKAN KAPASITAS MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI BENCANA

(3430 Views) Oktober 20, 2016 4:35 pm | Published by | No comment

th

SANGATTA-Desa Tangguh Bencana (Destana) secara umum merupakan kegiatan program penguatan masyarakat. Perhatian Destana terfokus dan menyeluruh pada upaya pengurangan risiko bencana, kegiatan program Destana dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan warga masyarakat desa agar warga masyarakat dapat belajar menambah pengetahuan dan keterampilan teknis tertentu, dapat hidup aman dan nyaman berdampingan dengan dinamika alam yang ada di lingkungannya, serta lebih peduli dan berpikir strategis untuk dapat melakukan kegiatan penghidupan yang berkelanjutan. Program Destana menawarkan upaya peningkatan kemampuan yang diperlukan warga untuk dapat mengelola risiko akibat bencana alam atau teknologi yang dapat mengganggu keselamatan hidup dan penghidupan masyarakat desa.

Untuk itu dalam upaya meningkatakan kapsitas kesiapan dalam menghadapi bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Timur, telah menggelar Pelatihan Relawan  Desa Tangguh Bencana. Pelatihan itu di maksudkan untuk melatih masyarakat agar siap dalam dalam menghadapi bencana yang terjadi. Pelatihan tersebut telah dibuka oeleh Wakil Bupati, Kasmidi Bulang,  pada hari Rabu (19/10) yang lalu di Ruangan Meranti, Kantor Bupati Kutai Timur.

Pelatihan berlanjut pada hari ini (Kamis/20/10) di Hotel Grand Victory Sangatta, dengan agenda memberikan pemahaman dan materi yang di berikan oleh Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kutai Timur. Materi pemahaman yang di berikan, antaranya adalah Sikslus Manajemen Bencana, Integrasi RPB-RAK dan Renkon Kebencanaan Pembangunan Desa dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes). Mengingat luas wilayah dan potensi rawan bencana di Kabupaten Kutai Timur, maka pelatihan tersebut dirasa sangat penting. Pemerintah melalui semua pemangku kepentingan bersama-sama dengan masyarakat sebagai unjuk tombak terdepan harus dapat fokus dan tuntas dalam menghadapi dan menanggulagi bencana. Untuk keesokan hari (21/10) seluruh peserta akan berangkat menuju Desa Sangkima untuk melakukan praktek dan simulasi penanganan bencana.

Ahcmad Junaidi (Penanggung jawab pelaksana pelatihan) mengatakan (20/10) “Nantinya setelah mengikuti pelatihan tersebut diharapkan kepada seluruh relawan setelah terjun kemasyarakat, dapat bekerja berdasarkan panggilan jiwa bukan dilandasi oleh materi”

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments