Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Upayakan Pemerataan Pendidikan, Disdik Kutim Perhatikan Siswa Berkebutuhan Khusus

Upayakan Pemerataan Pendidikan, Disdik Kutim Perhatikan Siswa Berkebutuhan Khusus

(494 Views) Oktober 4, 2015 2:02 pm | Published by | No comment
Sangatta. Upaya memberi keadilan dan pemerataan dalam hal pendidikan saat ini tengah diupayakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Timur. Karena setiap warga negara tanpa terkecuali berhak mendapatkan pendidikan yang sama dan layak.
Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur Iman Hidayat, pihaknya tetap mengupayakan bagaimana melaksanakan pemerataan pendidikan bagi setiap anak di Kutim yang masuk dalam umur wajib belajar untuk bisa mengenyam pendidikan yang sama, tak terkecuali bagi anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus. Kebutuhan khusus sendiri terbagi 2 yakni ada yang hyper aktif dan autis serta ada yang down sindrom atau tingkat kecerdasannya (IQ) di bawah 90.
Lanjutnya, bagi anak yang memiliki kebutuhan khusus seperti autis maupun hyper aktif, ada 2 metode yang dipelajari Disdik Kutim yakni diisolasi dengan menempatkan di kelas khusus sendiri atau dicampur dengan anak-anak yang normal. Sementara Disdik Kutim memberlakukan metode mencampur anak yang berkebutuhan khusus ini dengan anak-anak normal agar orientasi mereka berubah dan menjadi seperti anak normal. Disdik Kutim sendiri sudah menyiapkan Sekolah Dasar (SD) 004 Sangatta Utara untuk menerima anak berkebutuhan khusus ini, dengan syarat orang tua anak harus menyiapkan shadow atau pendamping anak. Metode pendamping ini dinilai efektif dan terbukti maksimal dalam 3 bulan saja anak-anak berkebutuhan khusus ini sudah tidak memerlukan pendamping lagi dan dapat beraktifitas secara normal.
Namun yang sekarang menjadi kerja ke depan, bagaimana pihaknya bisa menyiapkan Sekolah Lanjutan Pertama (SMP) bagi anak-anak berkebutuhan khusus yang kini sudah memasuki kelas 6 SD dan akan segera lulus. Pihaknya kini tengah menyiapkan SMP Negeri 1 Sangatta Utara untuk menjadi SMP yang memiliki metode pendidikan plus bagi anak-anak berkebutuhan khusus, dan diharapkan sudah dapat diterapkan pada awal tahun ajaran baru, di tahun depan.
(voice)
Lebih jauh dikatakan Iman, pembenahan fasilitas sekolah bagi anak berkebutuhan khusus ini terus dilakukan seperti menyiapkan ruang khusus antrum atau ruang tindakan jika sewaktu-waktu anak berkebutuhan khusus ini mengamuk. Sementara bagi anak-anak yang tingkat kecerdasannnya dibawah 90, Disdik Kutim juga memiliki Sekolah Luar Biasa (SLB) dengan fasilitas yang kini sudah cukup memadai.
Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments